Selasa, 15 Februari 2011

Pemerkosaan Ardhie Pramesti Regita Cahyani

rdhie Pramesti Regita Cahyani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tata turun dari mobil KIA warna biru metalik sambil menjinjing tas masuk menemuin Badar yang sudah dari tadi menunggu tamunya.

''Selamat malam Pak, mau ketemu Pak Badar !" tanya Regita.
''Ya saya sendiri'' jawab Badar kepada tamunya.
"Ada apa Pak dengan suami saya !" tanya Regita gugup.
"Tenang Bu, silahkan duduk dulu" kata Badar kepada tamunya

Regita dengan gelisah mondar mandir di ruangan itu, dia baru sadar kalau masih memakai baju tidur yang tipis, dan tidak memakai BH.
Si Badar dengan seksama menikmati tubuh didepannya dengan mata tak berkedip. Dan Regitapun tidak sadar kalau sedari tadi diperhatikan oleh Badar.



"He... kamu dengar gak apa yang saya katakan !'' sambil memaksa
******nya untuk dimasukan ke mulut Regita.

Karena tidak tahan mendapat tamparan akhirnya Regita sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan dengan sekali hentak ****** Badar sudah masuk dalam mulut Regita.

''Huugg... huggg...''

Regita tersedak mendapat dorongan ****** Badar.

"Cepet sedot sambil mainkan mulut kamu!" bentak Badar lagi.

Dengan kenikmatan yang luar biasa Badar, memaju-mundurkan pantatnya sehingga ******nya masuk ke mulut Regita.

''Ssrrtttttttt... ssrttttttt...''

''Ah... enak sedotan mulut kamu manis, ayo terus... '' sambil tangan Badar mencengkeram kepala Regita.

Sambil memejamkan mata Regita menuruti semua perintah sang kepala penjaga LP itu.

"Ampun Pak, jangan terusin biarkan saya pulang...!" rengek Regita sambil
minta belas kasihan.
"Heh... diam kamu !" hardik Badar.
''Ayo nungging aku mau liat memek dan pantat seksi kamu dari belakang''
lanjutnya lagi
"Ayo cepet lakukan apa perlu aku paksa lagi...!''
''I... i... iy... ya... Pak !! jawab Regita sambil mengambil posisi menungging. ''Hahaha... begitu manis, wao... bagus sekali pantat kamu'' sambil Badar
mendekatkan mulutnya ke memek Regita.

Dengan jari Badar menusuk memek Regita yang menggelinjang menahan sesuatu. Dan Badar dengan buasnya menjilatin anus Regita yang berwarna kemerah-merahan itu sambil sesekali ujung lidah Badar dimasukan ke lubang anus isteri Tommy itu. Tanpa disadari oleh Regita apa yang akan dilakukan Badar selanjutnya serentak Regita menjerit.

''Aaaaaaauu.... aaauuuuuuu...''

Rupanya ****** badar telah menembus lubang memek Regita yang sudah basah dipenuhi lendir kenikmatan. Dengan buasnya Badar menggenjot terus memek Regita dari belakang. Regita hanya bisa merasakan sakit di lubang memeknya karena disodok-sodok dengan ****** Badar yang besar dan panjang. Sambil kepalanya terayun-ayun karena sodokan ****** Badar, Regita memohon ampun.

''Ampun Pak sakit sekali... aauuu... sudah Pak.. sa... ki.t... sakiiittt...'' sambil berlinang air mata, mendapat perlakukan kasar dari penjaga penjara itu.

Makin lama Badar makin keras mendorong-dorong memek Regita dengan desisan panjang.

''Ssssssssssssstt... sssssstt...'' menahan nikmat syahwat yang luar biasa.
"Nich aku mau keluar... ayo cepet goyangin pantat kamu'' bentak Badar

''Plak... plak...''

Sesekal Badar menampar pantat indah milik Regita.
''Huuuhhh... aach.. ''

Sambil mendorongkan ******nya sekali hentak keluar sperma Badar memenuhi liang vagina Regita.

''Aaaaaaaaachhhhhhhh''
''Cccccrootttttt... crr toooooot...'' pejunya dirasakan menyembur deras
kedalam memek Regita

Setelah puas Badar dengan memberikan kode kepada ketiga temannya untuk masuk ruangan. Pertama Badrun lalu Danang dan terakhir Bernad.
Ketiganya bengong melihat apa yang tergolek diatas meja. Pemandangan yang sangat indah yang selama ini hanya dikhayalkan.

Rupanya setelah mendapat serangan dari Badar Regita merasa lututnya mau lepas sehingga tidak bisa beranjak dari meja. Melihat teman Badar masuk, Regita dengan memaksakan diri mengambil koran yang ada didekat meja itu untuk menutupi tubuhnya yang telanjang bulat. Serentak mereka berempat tertawa terbahak-bahak.

''Ha... ha... ha... ha... ha... ha...''

''Apa yang kamu tutup itu sebentar lagi akan aku nikmati'' kata salah satu dari
mereka

''Ayo dimulai siapa yang duluan, selagi ada santapan nikmat didepan kita
jangan disia-siakan!" perintah Badar kepada tiga rekannya.

Mendapat perintah, Badrun langsung melepas baju seragam disusul dengan Danang dan Bernad, Regita tak bisa berbuat apa-apa melihat ketiga orang telah berdiri mendekati tubuhnya sambil telanjang bulat.

Dari ukuran ****** Bernad mempunya ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan punya Badar. Lalu dengan paksa Danang mendorong tubuh Regita sehingga terjatuh ke lantai dan dengan kasarnya Danang lalu menciumi memek Regita yang masih merasakan perih.

''Hhmmmm... wahh... wangi nich bau memek cendana! begitu komentar Danang kepada Badrun.

Dan dengan lincahnya lidah Danang telah menyeruak masuk ke lubang memek Regita. Sedang Badrun sangat menikmatti kuluman mulut Regita yang sensual dan Bernad sedang asyik meremas-remas payudara Regita yang kencang dan halus dengan putingnya yang berwarna kemerahan dan tampak sudah tegak mengacung.

Regita hanya bisa meratapi apa yang telah dilakukan keempat penjaga itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Setelah puas menikmati memek dengan jilatan, Danang mengambil posisi duduk dengan mengarahkan batang ******nya ke vagina Regita sambil dimain- mainkan dibibir vaginanya sebelum akhirnya di dorong dengan sekali hentakan telah masuk ke lubang memek yang sudah merekah kemerahan dan basah oleh lendir birahi itu. Dengan garangnya Danang memompa memek Regita dengan hentakan-hentakan yang membuat tubuh Regita bergoyang-goyang. Sedangkan Regita yang dikerjain tiga orang hanya bisa menahan pilu.

"Drun.!! panggil Danang sambil mendorong-dorongkan ******nya ke lubang memek Regita.
"Apa Nang'' jawab Badrun.
''Gimana tuh rasa memeknya orang cendana! tanya Badrun kepada rekannya. ''Wah ternyata nikmat sekali, lubangnya masih sempit dan memeknya
terawat sekali'' lanjut Badrun
"Cepet donk Nang, gantian nich aku sudah gak tahan, mau ngobel memek
orang kaya! pinta Badrun sambil tetap menikmati sedotan mulut Regita yang
sudah sedari tadi menghisap ****** badrun.
''Iya ****** aku rasaranya sudah kesedot sama memeknya, rasanya sudah
pengin muncratin peju aku ke memeknya, hhhhhmmm... aaaachh... waoo...
nikmat !'' gumam Danang.

Danang sambil mengangkat kedua kaki Regita dan ditaruh dipundaknya makin kencang genjotannya, makin keras, akhirnya... keluar peju Danang di memek Regita.

''Oohhhhhh... ccrrrroot... ccrootttt... kelu uuuuuar... hhmmmmmm...'' ujarnya
dengan menggeram keras.
"Nich kalau mau gantian, tapi memeknya dibersihin dulu tuh, belepotan
peju aku.
''Ayo manis bersihkan dulu memek kamu, nich handuknya! perintah Badrun
kepada Regita sambil menyodorkan handuk kecil.

Sambil duduk Regita membersihkan memeknya yang telah di semprot peju sebanyak dua kali oleh para pejaga penjara itu. Rupanya Badrun sudah tidak sabar, belum selesai ngelapnya Regita sudah didorong lagi sehingga posisinya kembali terlentang. Dengan sigap Badrun sudah menindih badan Regita dan mengarahkan ****** ke memeknya. Dan sekali tekan memek Regita sudah tertembus ****** Badrun dan dengan lincahnya Badrun menaik- nurunkan pantatnya dengan cepat, sehingga Regita hanya bisa menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri sambil sesekali menggigit bibirnya. Tak sampai 10 menit Badrun sudah memuntahkan pejunya. Rupanya Badrun benar-benar sangat bernafsu melihat kemolekan tubuh Regita.

Sekarang tinggal Bernad yang mendapat giliran. Bernad yang mempunyai ukuran ****** paling besar dengan santainya menyodorkan kepala ******nya ke mulut Regita.

"Ayo manis kulum ****** abang ini, udah lama abang pengin kamu manjakan dengan bibir indah kamu. Dulu suami kamu paling doyan cewek, sekarang giliran kamu aku kerjain dengan teman-teman'' kata Bernard.

Regita dengan rasa takut membuka mulutnya untuk memulai mengulum ****** besar milik Bernad itu.

''Hah... hhhhhhhssssssss... ternyata kau pandai sekali ngulum ****** ya ! celoteh Bernad setelah ******nya dikulum Regita.

Sambil sesekali tangan Bernad meremas-remas susu Regita yang masih kencang dan mulus itu sambil memilin-milin putingnya yang berwarna kemerah-merahan. Rupanya Badar mulai terangsang lagi melihat adegan itu. Dia mendekati Regita dan Bernard yang bergumul di lantai.

"Bernad coba kita main berdua'' kata Badar.

Bernad mengambil posisi tidur sedangkan Regita didudukan diatas Bernad sambil ****** Bernad diarahkan ke lubang memek Regita. Rupanya tidak bisa sekali masuk karena memang ukurannya sangat besar. Regita dengan mimik muka memohon ampun membuat Bernad makin tambah beringas. Akhirnya pada dorongan yang kedua tembuslah memek Regita yang selama ini dirawat demi suami tercinta, sekarang dikoyak-koyak oleh empat orang yang sangat kehausan sex.

''Aduuhhhhhh... sakkkiiiiiitt...!" Regita menjerit kesakitan.

Namun Bernad tidak mempedulikan rintihan dari mulut Regita, dia makin kasar menyodok-nyodokan ******nya. Sementara itu Badar telah berdiri di atas mereka berdua, dan mendorongkan tubuh Regita untuk ambli posisi membungkuk dan dengan kasar jarinya mulai meraba-raba pantat Regita yang putih mulus sambil mempermainkan jari tengahnya untuk mengobel lubang anus Regita.

''Wao.... rupanya anusnya masih perawan nih...'' sahutnya sambil mengarahkan batang ******nya ke anus Regita. Setelah mengolesin handbody pada batang ******nya Badar berusaha memasukan ******nya ke lubang anus Regita yang tampak masih sangat sempit itu.
''Jangan... jangan... ampun... jangan disitu... Pak... sakiiittttttt...!" jerit dan ratapan Regita dengan nada memelas.

Tapi Badar tidak memperdulikan rintihan Regita, makin keras dia memasukan batang kemaluannya. Untuk beberapa saat memang sulit bagi Badar untuk berhasil masuk, karena memang lubangnya sangat sempit. Namun Badar rupanya penasaran untuk segera memasukan batang kemaluannya. Dan akhirnya setelah berusaha membuka pantat Regita tembuslah lubang anus Regita ditusuk batang kemaluan Badar. Sedangkan Bernad dengan asyiknya menyodok-nyodok memek Regita dari bawah. Lengkaplah sudah dua lubang yang berdekatan telah di tembus oleh dua batang ****** orang-orang yang haus sex ini. Regita hanya bisa meringis menahan sakit yang luar biasa karena selama ini Tommy suaminya tidak pernah menyodominya.

''Pak Badar ayo kita sudahi permainan ini bareng-bareng. Bapak sodok dari atas, aku sodok dari bawah dan kita koyak memek wanita anggun ini, dan kita penuhi dengan peju kita'' kata Bernard kemudian.

Beberapa menit kemudian mereka berdua mengerang menahan nikmat yang luar bisa, dan hampir bersamaan mereka memuncratkan peju berbarengan.

''Aaaaaaaaaachhhhh... keluuuuuarrr rrrrnnn... hhhhhmmmmmmmmm...
ssssssstt...''

Setelah berhenti sejenak mereka akhirnya terkulai, begitu juga Regita yang terhimpit oleh kedua pria yang telah menggaulinya hanya bisa tergelok lemas. Dan setelah beberapa saat mereka saling mengenakan seragam yang tercecer di lantai, begitu juga Regita segera mengambil baju tidur yang dipakai dari rumah.

Setelah itu Badar, Badrun, Danang dan Bernad berkumpul, satu persatu menyalami Regita yang telah disetubuhinya sambil mengucapkan terima kasih karena telah datang sesuai panggilan Badar. Dan mereka berpesan kalau merasa kesepian dan ketagihan bisa datang setiap saat.

''Ibu gak perlu kuawatir kami tidak akan mengekpose masalah ini ke wartawan, selagi ibu diam !" celetuk Bernad.
"Sekarang ibu silahkan pulang, dan jangan menunjukan sesuatu yang
mencurigakan sama sopir ibu!" pesan Badar.

Dengan wajah lesu Ardhie Pramesti Regita Cahyani meninggalkan ruangan laknat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar